shadow

Dies Natalis KSK WADAS

Kelompok Seni Kampus (KSK) WADAS Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang merayakan ulang tahun hari kelahirannya yang ke-29 di Audit II kampus 3, rabu-minggu (5-9/11) lalu.
Acara yang bertemakan “Gelar Budaya” ini sempat menyita banyak perhatian, bukan hanya yang ada di lingkungan kampus IAIN Walisongo, tetapi ada juga yang dari kampus-kampus lain yang ada di semarang dan sekitarnya, pasalnya pihak panitia juga mengundang berbagai pekerja seni, baik lokal maupun luar kampus
Albert (24) selaku panitia pelaksana sekaligus pekerja seni wadas mengatakan, “ Maksud dari tema Gelar Budaya adalah karena hal ini sangat terkait dengan prinsip wadas, yakni seni dan budaya. Dan saya berharap agar dengan semakin bertambahnya umur para pekerja seni wadas lebih kreatif, baik yang sudah bergabung maupun yang akan bergabung di kemudian hari”.

Kekecewaan TVRI terhadap mahasiswa fakultas dakwah

Kamis, 6 november 2008 silam, para mahasiswa angkatan 2008 hasil seleksi penerimaan anggota baru MBS FM dan para panitia beserta pembimbing Fakultas Dakwah hari itu berkunjung di TVRI dan radio-radio di Semarang. Kunjungan itu merupakan hasil kerja sama antara ketua HMJ KPI dengan ketua radio kebangaan Fakultas Dakwah “MBS FM”. Sebelum kunjungan dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan penyeleksian karena peminatnya lumayan banyak dan yang diambil hanya 15 mahasiswa.
Leonard, seorang ibu yang bekerja sebagai kepala staf di stasiun TVRI (Televisi Republik Indonesia) mengaku sangat kecewa dengan kunjungan itu, karena keterlambatan dari pihak IAIN. Keterlambatan yang tidak sengaja itu membuat pembatalan schedule yang dilakukan staf TVRI, jadi kedatangan mahasiswa IAIN Walisongo jadi tidak berguna dan percuma. Dan kesalahannya lagi adalah tidak adanya komunikasi, padahal perjanjian jam satu sudah harus berada di TVRI, tapi malah molor sampai jam setengah tiga.
Padahal di dunia Broadcasting waktu sangat berharga, dan tiap detik adalah uang. Kalau presenter terlambat satu menit saja akan di skor selama satu bulan, tanpa pesangon bahkan resiko seorang presenter bisa dipecat. Hitungan profit di Jakarta 30 detik sama dengan 1 M (satu milyar), itu dikarenakan nilai profit sangat diperhitungkan. Jadi staf TVRI sangat menyayangkan kejadian itu dan berharap semoga tidak terulang kembali serta dijadikan pelajaran untuk dapat menghargai waktu.

Peringatan Maulid Nabi di Fakultas Dakwah


Kamis (12/03/2009) ba’da dhuhur, cuaca cukup panas tetapi berbeda dengan nuansa yang berada di dalam laboratorium Fakultas Dakwah. diiringi syair rohani sejarah nabi SAW dengan lantunan suara mahasiswa dan mahasiswi mengubah gedung laboratorium lantai 2 yang awalnya sepi sunyi tampak memancarkan cahaya surgawi saat perayaan maulid nabi yang di adakan di Fakultas Dakwah oleh UKM KORDAIS. Salah satu panitia acara, Nadhirotun nisa’ mengatakan “perayaan bulan ini terlihat meriah walaupun fasilitas kursi masih ada yang kosong namun apa yang menjadi harapan kami adalah agar mahasiswa atau mahasiswi tidak lupa dengan orang yang mereka jadikan panutan yakni Nabi Muhammad SAW”.
Walaupun acara ini tentulah mengeluarkan dana yang ditaksir sebesar Rp. 400.000 namun finansial apalah artinya jika dibanding dengan syafaat Nabi ditambah lagi acara inti oleh bapak Khomaruddin MAg yang menceritakan riwayat munculnya perayaan Maulid Nabi yakni pada saat perang salib yang di pimpin Al- Ayubi untuk membakar semangat prajurit-prajuritnya agar semangat dan gigih dalam perang.

Aku Senang Bersamamu

oleh: Aqif

Alam semesta mulai menampakkan indahnya nuansa pagi, suara ayam berkokok kencang seiring sang laba-laba merangkai rumahnya di tengah-tengah rindangnya pohon mangga. Langkah kaki begitu bergegas menuju tempat biasanya aku menunggu angkutan umum lewat, tak lama kemudian
“ pasar-pasar, alun-alun, terminal Puri”.
Pegangan tangan kondektur seakan tidak mau lepas dari engsel pintu angkot nya. Aku segera melambaikan tangan ke arah angkutan tersebut.
“mau kemana mas?”
“mau menengok nenek pak, terminal Puri”.
Sementara aku berdiri di samping kondektur, dikarenakan tempat duduk sudah penuh dengan penumpang, tak lama kemudian ada salah satu penumpang turun, akhirnya aku mendapat tempat duduk, kurang lebih baru lima menit aku menempati tempat duduk itu, angkot berhenti mendadak dan ada seorang salah satu penumpang (ibu-ibu yang sedang hamil), aku berdiri dari tempat dudukku. Ku pikir, tempat duduk itu lebih tepat untuk seorang ibu yang sedang hamil. Karena naluri kemanusiaanku masih berjalan normal. Tak lama kemudian
“Terminal Puri…terminal Puri…terminal Puri Siapa yang turun?”
Dan aku turun di terminal puri, letaknya tidak jauh dari tempat dimana nenekku dirawat.
Aku belum tahu daerah ini, rumah sakitnya pun aku belum tahu, ku putuskan untuk bertanya.
“ Pak numpang tanya, dimana alamat rumah sakit Mardi Rahayu?” aku bertanya kepada bapak tukang becak. Dan ia menjawab dengan tergesa-gesa
“Mas jalan terus saja , ntar ada perempatan belok ke kiri, nanti di situ ada tulisannya Rumah Sakit Mardi Rahayu”
“Terima kasih pak”.
Aku segera bergegas ke arah yang sudah di kasih tahu oleh tukang becak tadi, dan masuk pintu utama rumah sakit untuk menuju ke ruang dimana nenek dirawat, akhirnya saya bertemu dengan nenek yang tersenyum melihat kedatanganku “ silakan masuk!” Suara nenek yang masih lemas.
Aku segera masuk.
“kamu datang pagi sekali, nenek sudah sembuh kok, besok juga sudah boleh pulang, bapak dan ibu mana?”
“Bapak dan ibu masih di pasar nek”.
Besok nenek sudah sembuh dan bisa dibawa pulang ke rumah. Hatiku senang sekali mendengarnya.
Tak lama kemudian bapak dan ibu datang.
“Bu’ nenek besok sudah boleh dibawa pulang jadi kita bisa berkumpul lagi sama nenek”. Kataku dengan wajah yang penuh ceria.
“Jadi kita pulangnya besok saja bareng nenek ya dek…!” Ibu sambil mengelus-elus tangan nenek.
Malam sudah berlalu, suara dering alarm di HP-ku mencoba membangunkanku dari nyenyak tidurku. Aku segera membereskan barang-barang yang ada di sekitar tempat tidur nenek, tak lama kemudian ada seorang dokter menghampiri ortu’ku dan memberitahukan bahwa nenek sudah bisa dibawa pulang. Akhirnya aku, bapak, ibu bersama nenek bergegas untuk segera pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, aku mencoba membawa nenek menuju ke kamarnya.
“tolong nak ambilkan tongkatku!” pinta nenek.
“Nenek harus banyak istirahat, karena nenek baru saja sembuh dari sakit”. Aku menuangkan air putih ke dalam gelas, untuk nenek.
“Bapak mau mengantar ibu jualan sayur di pasar, jaga nenek ya!” kata bapak sambil terlihat sibuk membawa dagangan ibu ke kendaraan. Mau tidak mau aku harus menjaga nenek sampai bapak dan ibu pulang dari pasar. Nenek bercerita panjang lebar tentang masa lalunya kepadaku, bahkan pada masa ibu masih kecil hingga sekarang. Aku memperhatikan bagian demi bagian dari ceritanya.
Hari sudah mulai siang. Perutku mulai lapar, dengan pikiran yang tidak tenang aku berjalan meninggalkan nenek,
“nek biyung tak makan dulu ya nek?”
sambil menutup pintu kamar nenek dan menuju kemeja makan.
Ketika aku tengah makan, aku teringat saat masih kecil kalau makan selalu disuapin nenek . Tak lama kemudian terdengar suara batuk-batuk nenek di balik ruang meja makan, aku segera menghentikan makan, dan berlari ke arah dimana nenek beristirahat. Aku gugup dan was-was ketika melihat nenek, keringatku mulai mengalir deras dan detak jatungku berdetak semakin cepat.
“Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah…..Haladzim”.

Aku istighfar dengan mulut yang bergetar. Aku kaget melihat nenek mengacungkan jarinya ke arah luar, dan ingin mengucapkan sesuatu kepadaku, namun nenek tidak mampu berbicara karena batuk yang sangat keras sekali menghambat perkataan yang ingin disampaikannya kepadaku.
Dan aku segera mengambilkan nenek minum.
“minum dulu ya nek!”.
setelah minum batuk nenek langsung reda.
“Nak tolong obat nyamuk bakarnya di matikan agar asapnya tidak mengganggu, dan tolong buka kan pintu jendela itu agar udara dari luar bisa keluar masuk!”.
“ iya..,Nek”. Sambil bengong.
Hati kecilku langsung minta maaf kepada nenek , karena aku sudah su’udhon kepada nenek. Karena ketika melihat kejadian itu aku langsung berfikir bahwa nenek mau syakarathul maut .
Aku berjalan kembali menuju ruang makan, mengingat makananku belum selesai ku makan. Sesuatu yang tidak terduga mengejutkanku.
“lho tadi lauknya sudah digoreng dan sudah mati kok, malah lauknya bernari-nari diatas piringku” berkerut dahuku.
Ternyata nasi dan lauk yang tadi belum selesai saya makan, dimakan segerombol anak ayam dan induknya,
“ Kutu ayaaaaamm…” jeritan sebelku yang keras menerobos dinding ruang makan. Dan terdengar suara nenek dari kamarnya….. maka aku langsung berlari menghampiri nenekku,
“Ada apa lagi, Nek?”
“ Memang sekarang ada ya? Kutu ayam..ha ha ha ha ” Sambil tertawa terbahak-bahak sampai kelihatan gusinya dengan hiasan giginya yang ompong. Hatiku sangat senang sekali ketika melihat nenek bisa tertawa terbahak-bahak. Aku berfikir bahwa kejadian yang sangat singkat tadi bisa membawa beberapa hikmah bagiku, dan saya berdo’a agar nenek bisa selalu menemaniku, dan aku tidak mau melihat nenek sakit lagi, bahkan aku tidak mau kehilangan nenekku.




Konseling


Assalamu’alaikum Wr. Wb
Kepada pembimbing LBKI yang terhormat. Saya mahasiswa KPI angkatan ’08. Saya memiliki banyak masalah. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara dan latar belakang keluarga saya adalah pengusaha yang sangat sibuk. Bahkan refresing atau pergi bersama pun jarang kami lakukan. Bisa dibilang, keluarga saya jarang sekali punya waktu bersama. Adanya orang tua saya berfikir tentang uang,, uang dan uang. Mereka pikir uang bisa membahagiakan saya sebagai anaknya. Saking sibuknya, mereka tidak pernah memberikan motivasi dan evaluasi belajar terhadap studi saya. Nilai saya dibawah rata-rata kelas. Apa yang seharusnya saya lakukan agar saya dan orang tua saling mengerti? Saya ingin orang tua saya tahu kalau uang tidak menjamin kebahagiaan saya. Saya lebih senang jika memiliki waktu bersama orang tua dan mendapatkan perhatian dari mereka. Selanjutnya, saya cenderung royal dengan teman dan selalu berusaha berbuat baik. Namun kenapa mereka selalu menjauh? Kemudian hampir setiap pagi saya bangun kesiangan. Padahal segala upaya telah saya tempuh. Alarm jam weker dan hp selalu saya setting. Tapi selalu gagal. Sebaiknya saya harus bagaimana? Dan langkah apa saja yang seharusnya saya tempuh? Terima kasih.

Jawaban konsultasi LBKI
Saudara mahasiswa KPP yang sedang bingung, kami ikut prihatin dengan kondisi yang sedang saudara alami sekarang. Sebagai anak nomor satu dari dua bersaudara yang tergolong mampu dalam hal ekonomi, seharusnya bisa menjadi contoh, teladan dan kebanggaan bagi orang tua. Sudah sepantasnya kita bersyukur diberi limpahan harta oleh Allah dan kita juga diharapkan bisa memanfaatkan serta mengelola seoptimal mungkin untuk kebaikan baik diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Kita tidak bisa begitu saja menyalahkan orang tua yang sibuk mencari uang. Memang kewajiban orang tua diantaranya adalah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya termasuk saudara. Saudara sudah memasuki usia dewasa seharusnya saudara lebih memahami kesibukan orang tua dalam mencari nafkah. Yang menjadi pokok permasalahan disini sebenarnya adalah kurangnya komunikasi antara saudara dengan orang tua, kurangnya komunikasi saudara dengan teman kuliah, juga kurangnya pemahaman situasi dan kepekaan saudara dengan lingkungan terutama di lingkungan perkuliahan. Selain sebagai mahkluk individu kita juga sebagai mahkluk sosial artinya kita tidak dapat hidup sendiri pasti membutuhkan bantuan orang lain. Oleh karena itu kita tidak boleh acuh-tak acuh, bahkan cuek dengan orang-orang yang ada di lingkungan sekitar kita. Kita harus bisa dan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua, saudara, dan teman-teman kuliah. Saudara jangan merasa bahwa orang-orang di sekeliling anda itu tidak mempedulikan saudara, mungkin itu hanya perasaan saudara yang harus dibuang jauh-jauh. Selain itu saudara harus melatih diri mulai sekarang untuk melakukan komunikasi dengan orang lain, dimulai dari keluarga, saudara, teman dan dilanjutkan dengan lingkungan. Sebagai contoh melalui kegiatan rutinitas saudara sehari-hari misalnya berpamitan dengan orang tua jika akan pergi kuliah atau mau keluar dari rumah, menawari minuman atau makanan , mengajak makan bersama, dan lain sebagainya. Permasalahan lain saudara tidak bisa bangun pagi seharusnya saudara membaca doa dan berniat untuk bisa bangun pagi, jangan tidur terlalu malam, jika tidak bisa bangun pagi walaupun sudah membunyikan alarm/jam beker, saudara bisa pesan orang yang ada di rumah untuk membangunkan lebih pagi. Perlu diperhatikan bahwa jika seseorang mempunyai niat dan semangat untuk melakukan hal yang terbaik demi kemajuan diri insya Allah akan dikabulkan olehnya. Sekali lagi harus tetap semangat, mencoba dan terus mencoba untuk melakukan komunikasi dengan orang lain. Semoga berhasil ! amin.



Sertifikasi Dosen

Semarang, 20 April 2009. Di Fakultas Dakwah mulai awal April sedang berlangsung sertifikasi dosen di IAIN Walisongo termasuk di Fakultas Dakwah. Sertifikasi dilakukan berdasarkan atas Undang-Undang No.14 tahun 2005, yang berbunyi “………”.
Sertifikasi yang Pertama, dilakukan dengan tujuan mengukur tingkat kualitas dan keprofesionalan dosen dilihat dari aspek pedagogis, profesionalis, kepribadian dan sosial. Sertifikasi ditujukan untuk semua dosen. Dosen yang mengikuti sertifikasi dipilih berdasarkan kuota. Sertifikasi juga berlaku untuk semua dosen perguruan tinggi Universitas di Indonesia. Dosen yang menjalani Sertifikasi baru sebagian dari dosen yang ada, karena akan ada periode selanjutnya.
Sertifikasi pada periode ini dilakukan mulai awal april-20 April 2009. adapun pada tanggal 20 April harus sudah dikirim kepada PT. PESEREDOS (PT. Sertifikasi Dosen). Layaknya anak SMA yang menjalani UAN, demikian pula dosen yang di sertifikasi juga ada yang lulus dan tidak lulus. Ada yang curang ada juga yang sportif. Bahkan, di salah satu kelas BPI di temukan fenomena dosen yang meminta anak didiknya untuk memberikan nilai sertifikasi minimal 3, agar “dirinya” bisa lulus tes uji sertifikasi. Sertifikasi dosen yakni dimana mahasiswa yang menilai dosennya. Maka ada unsur subyektif yang dominan dalam hasil penilaian tes tersebut. Yang seharusnya mahasiswa dituntut untuk menilai dengan seobjektif mungkin, karena dalam lembar soal sertifikasi pada bagian atas telah diberitahukan bahwa menilailah dengan seobjektif mungkin.
Menurut Drs Ali Murtadho selaku Pembantu Dekan I mengatakan bahwa, dalam penilaian sertifikasi ini memang ada unsur subyektifnya, karena mahasiswa yang menilai. Mahasiswa pun ada yang suka dengan dosen itu dan ada juga yang tidak suka. Like and dislike adalah sesuatu yang wajar. Tapi dalam penilaian ini diusahakan untuk seobjektif mungkin.
Kedua, adanya sertifikasi dosen berdampak pada kenaikan gaji pada dosen yang masuk sertifikasi. Kenaikan gajinya sebesar 1X gaji pokok. Jumlah yang lumayan besar.
Sertifikasi ditujukan untuk menilai keprofesionalan dosen. Ketika ditanya metode ini tepat atau tidak untuk mengukur keprofesionalan, ia menjawab “tepat tidaknya metode untuk mengukur keprofesionalan dosen, itu tidak dapat diputuskan. Karena ini hanya sebagai sarana untuk mengukur keprofesionalan dosen”.
Drs. Djasadi salah satu dosen yang masuk dalam daftar sertifikasi menanggapi positif terkait dengan adanya sertifikasi. Beliau mengatakan bahwa dengan adanya sertifikasi ini sangat baik sekali karena sebagai suatu upaya peningkatan kualitas dosen itu sendiri dan kualitas mahasiswa yang diajarnya. Dia juga menambahkan , pemerintah disamping mengadakan sertifikasi juga harus memperhatikan dosen.
“Kebutuhan saya banyak sekali, untuk mencukupi kebutuhan saya itu tidak cukup jika hanya dengan mengandalkan gaji dosen yang saya terima sekarang ini. Maka dengan adanya sertifikasi ini dapat menaikkan gaji tunjangan sebanyak 1x gaji pokok saya”.
Mas’udan, selaku mahasiswa yang menilai dosen berpendapat, kalau sertifikasi bagi dosen itu memang perlu karena disamping untuk mengetahui kualitas dan kemajuan dosen itu sendiri juga untuk kemajuan masa depan fakultas dakwah dengan dosen-dosen yang berkualitas.
Seorang dosen memang perlu diuji untuk mengetahui bagaimana cara ia mengajar atau menyalurkan ilmunya kepada mahasiswa. Dalam hal ini mahasiswa lah yang berperan karena ia yang menentukan apakah dosen itu layak untuk mendapat nilai plus dan mahasiswa yang menilai sebatas apa tingkat kemahiran dosen dalam menyampaikan materinya kepada mahasiswa.

Corel Draw X4 full download

Corel adalah salah satu software desain grafis yang sering digunakan oleh banyak layouter,, desainer, dan banyak yang lainnya....
tapi banyak yang sering mengeluhkan sulitnya mendownload software ini,
jangan khawatir

Corel adalah salah satu software desain grafis yang sering digunakan oleh banyak layouter,, desainer, dan banyak yang lainnya....
tapi banyak yang sering mengeluhkan sulitnya mendownload software ini,
jangan khawatir saya mempunyai link sangat mudah. klik download dibawah ini....
gunakan Internet Download Manager agar lebih cepat dalam mendownload software di bawah ini...
download

Missi Magazine is powered by FREEmium Theme.
developed by Blogger templates and brought to you by Blogger Tools