Ta'aruf Dan Pengenalan MISSI Cyber
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program kerja yang telah ditargetkan oleh pengurus LPM MISSI. Dengan jumlah peserta sebanyak 80 mahasiswa baru dan lama ini berlangsung amat meriah. Adapun rangkaian acara pada Ta'aruf LPM MISSI adalah pembukaan, pengenalan produk, pengenalan kegiatan-kegiatan dan perkenalan pengurus LPM MISSI.
Ketika Litbang LPM MISSI memberikan informasi tentang KMK yaitu suatu komunitas yang berada di bawah naungan MISSI semua peserta tertawa. "KMK adalah kependekan dari Kaum Miskin Kampus akan tetapi sekarang sudah berubah menjadi Komunitas Mahasiswa Kreatif". Jika dulunya KMK memang wadah orang yang ridak berpunya tapi sekarang KMK adalah wadah orang yang banyak kreasi. Selamat Begabung di Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) MISSI.........by. panitia
Ta'aruf HMJ KPI
Dari kegiatan ini agar mereka lebih mengenal HMJ-nya dan jurusan. menurut katua HMJ KPI Puji Lestari Ahditia, bahwasanya mahsiswa angkatan 2009 agar lebih mengenal lebih dekat dengan pengurus HMJ nya. Panitia sudah menyiapkan jauh-jauh hari, karena kegiatan ini menjadi kegiatan rutinan tahunan. Selain itu juga ada pengenalan Badan Otonom Mahasiswa yang mana badan ini berada di bawah naungan HMJ KPI. Antara lain Dakwah Media Watch (DMW), Broadcast Community, Radio Community dan Writing Lovers.
Organisasi ekstra bergulat kader di kampus.
Dakwah- (7/9) OMEK (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus) kembali berulah dengan membuka pendaftaran didalam kampus,
Hal itu tentu melanggar SK Rektor tentang tata tertib keorganisasian. Hal ini bukan pertama kali, pada ta'aruf pun mereka menggunakan cara haram di Fakultas Dakwah yaitu pembagian brosur didalam kampus. Hal ini sangat disayangkan karena mahasiswa baru yang belum mengerti tentang hal itu. Mereka selalu dimasuki ideologi-ideologi yang nota bene hal itu hanya boleh dilakukan diluar kampus, yang lebih parahnya mereka menghasut Mahasiswa baru dengan untuk tidak ikut organisasi intra " mereka mengfitnah dan menjelekan UKM" tutur salah satu anggota UKM di Fakultas Ushuluddin.
Tentang Tari Pendet, Malaysia Salahkan Discovery Chanel
Kemunculan iklan promosi itu telah memicu kemarahan di Indonesia. Ratusan orang berunjuk rasa di berbagai tempat termasuk di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta dan menuduh Malaysia mencuri tari pendet Bali.
Menteri Kebudayaan Malaysia, Rais Yatim, Jumat (4/9) mengatakan, kesalahan telah dilakukan oleh Discovery Channel yang memproduksi video klip berdurasi 30 detik untuk mempromosikan secara serial keunikan Malaysia. Secara terpisah, Jaringan Discovery untuk Asia-Pasifik mengatakan, pihaknya menyesal telah menggunakan video klip tarian Bali itu.
Menurut Discovery, gambar itu bersumber dari pihak ketiga yang independen. "Klip promosi itu telah dihilangan," demikian pernyataan tertulis Discovery, seraya menambahkan bahwa, "Sama sekali tidak ada maksud untuk menimbulkan terjadinya kesalahpahaman atau pun masalah."
Rais Yatim menegaskan, video klip itu tidak ada kaitan dengan produser film di Malaysia dan tidak pelu bertengkar di depan umum tentang hal itu atau menjadi emosional.
Pada tahun 2007, Indonesia pernah mengancam akan menuntut Malaysia karena menggunakan lagu dan tarian tradisional Indonesia dalam kampaye pariwisatanya. Kedua negara lalu duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, Jero Wacik, Jumat, mengatakan, minggu lalu dia telah menulis surat protes kepada Malaysia. Jero Wacik mengatakan, tindakan Malaysia tersebut mencederai kesepakatan bersama tahun 2007 untuk menghargai warisan budaya masing-masing negara. Menurut dia, Malaysia telah berjanji untuk menegur rumah produksi yang memproduksi video klip itu.
Dies Natalis KSK WADAS
Acara yang bertemakan “Gelar Budaya” ini sempat menyita banyak perhatian, bukan hanya yang ada di lingkungan kampus IAIN Walisongo, tetapi ada juga yang dari kampus-kampus lain yang ada di semarang dan sekitarnya, pasalnya pihak panitia juga mengundang berbagai pekerja seni, baik lokal maupun luar kampus
Albert (24) selaku panitia pelaksana sekaligus pekerja seni wadas mengatakan, “ Maksud dari tema Gelar Budaya adalah karena hal ini sangat terkait dengan prinsip wadas, yakni seni dan budaya. Dan saya berharap agar dengan semakin bertambahnya umur para pekerja seni wadas lebih kreatif, baik yang sudah bergabung maupun yang akan bergabung di kemudian hari”.
