Dari kegiatan ini agar mereka lebih mengenal HMJ-nya dan jurusan. menurut katua HMJ KPI Puji Lestari Ahditia, bahwasanya mahsiswa angkatan 2009 agar lebih mengenal lebih dekat dengan pengurus HMJ nya. Panitia sudah menyiapkan jauh-jauh hari, karena kegiatan ini menjadi kegiatan rutinan tahunan. Selain itu juga ada pengenalan Badan Otonom Mahasiswa yang mana badan ini berada di bawah naungan HMJ KPI. Antara lain Dakwah Media Watch (DMW), Broadcast Community, Radio Community dan Writing Lovers.
Ta'aruf HMJ KPI
Dari kegiatan ini agar mereka lebih mengenal HMJ-nya dan jurusan. menurut katua HMJ KPI Puji Lestari Ahditia, bahwasanya mahsiswa angkatan 2009 agar lebih mengenal lebih dekat dengan pengurus HMJ nya. Panitia sudah menyiapkan jauh-jauh hari, karena kegiatan ini menjadi kegiatan rutinan tahunan. Selain itu juga ada pengenalan Badan Otonom Mahasiswa yang mana badan ini berada di bawah naungan HMJ KPI. Antara lain Dakwah Media Watch (DMW), Broadcast Community, Radio Community dan Writing Lovers.
Organisasi ekstra bergulat kader di kampus.
Dakwah- (7/9) OMEK (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus) kembali berulah dengan membuka pendaftaran didalam kampus,
Hal itu tentu melanggar SK Rektor tentang tata tertib keorganisasian. Hal ini bukan pertama kali, pada ta'aruf pun mereka menggunakan cara haram di Fakultas Dakwah yaitu pembagian brosur didalam kampus. Hal ini sangat disayangkan karena mahasiswa baru yang belum mengerti tentang hal itu. Mereka selalu dimasuki ideologi-ideologi yang nota bene hal itu hanya boleh dilakukan diluar kampus, yang lebih parahnya mereka menghasut Mahasiswa baru dengan untuk tidak ikut organisasi intra " mereka mengfitnah dan menjelekan UKM" tutur salah satu anggota UKM di Fakultas Ushuluddin.
Tentang Tari Pendet, Malaysia Salahkan Discovery Chanel
Kemunculan iklan promosi itu telah memicu kemarahan di Indonesia. Ratusan orang berunjuk rasa di berbagai tempat termasuk di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta dan menuduh Malaysia mencuri tari pendet Bali.
Menteri Kebudayaan Malaysia, Rais Yatim, Jumat (4/9) mengatakan, kesalahan telah dilakukan oleh Discovery Channel yang memproduksi video klip berdurasi 30 detik untuk mempromosikan secara serial keunikan Malaysia. Secara terpisah, Jaringan Discovery untuk Asia-Pasifik mengatakan, pihaknya menyesal telah menggunakan video klip tarian Bali itu.
Menurut Discovery, gambar itu bersumber dari pihak ketiga yang independen. "Klip promosi itu telah dihilangan," demikian pernyataan tertulis Discovery, seraya menambahkan bahwa, "Sama sekali tidak ada maksud untuk menimbulkan terjadinya kesalahpahaman atau pun masalah."
Rais Yatim menegaskan, video klip itu tidak ada kaitan dengan produser film di Malaysia dan tidak pelu bertengkar di depan umum tentang hal itu atau menjadi emosional.
Pada tahun 2007, Indonesia pernah mengancam akan menuntut Malaysia karena menggunakan lagu dan tarian tradisional Indonesia dalam kampaye pariwisatanya. Kedua negara lalu duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, Jero Wacik, Jumat, mengatakan, minggu lalu dia telah menulis surat protes kepada Malaysia. Jero Wacik mengatakan, tindakan Malaysia tersebut mencederai kesepakatan bersama tahun 2007 untuk menghargai warisan budaya masing-masing negara. Menurut dia, Malaysia telah berjanji untuk menegur rumah produksi yang memproduksi video klip itu.
Dies Natalis KSK WADAS
Acara yang bertemakan “Gelar Budaya” ini sempat menyita banyak perhatian, bukan hanya yang ada di lingkungan kampus IAIN Walisongo, tetapi ada juga yang dari kampus-kampus lain yang ada di semarang dan sekitarnya, pasalnya pihak panitia juga mengundang berbagai pekerja seni, baik lokal maupun luar kampus
Albert (24) selaku panitia pelaksana sekaligus pekerja seni wadas mengatakan, “ Maksud dari tema Gelar Budaya adalah karena hal ini sangat terkait dengan prinsip wadas, yakni seni dan budaya. Dan saya berharap agar dengan semakin bertambahnya umur para pekerja seni wadas lebih kreatif, baik yang sudah bergabung maupun yang akan bergabung di kemudian hari”.
Kekecewaan TVRI terhadap mahasiswa fakultas dakwah
Kamis, 6 november 2008 silam, para mahasiswa angkatan 2008 hasil seleksi penerimaan anggota baru MBS FM dan para panitia beserta pembimbing Fakultas Dakwah hari itu berkunjung di TVRI dan radio-radio di Semarang. Kunjungan itu merupakan hasil kerja sama antara ketua HMJ KPI dengan ketua radio kebangaan Fakultas Dakwah “MBS FM”. Sebelum kunjungan dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan penyeleksian karena peminatnya lumayan banyak dan yang diambil hanya 15 mahasiswa.
Leonard, seorang ibu yang bekerja sebagai kepala staf di stasiun TVRI (Televisi Republik Indonesia) mengaku sangat kecewa dengan kunjungan itu, karena keterlambatan dari pihak IAIN. Keterlambatan yang tidak sengaja itu membuat pembatalan schedule yang dilakukan staf TVRI, jadi kedatangan mahasiswa IAIN Walisongo jadi tidak berguna dan percuma. Dan kesalahannya lagi adalah tidak adanya komunikasi, padahal perjanjian jam satu sudah harus berada di TVRI, tapi malah molor sampai jam setengah tiga.
Padahal di dunia Broadcasting waktu sangat berharga, dan tiap detik adalah uang. Kalau presenter terlambat satu menit saja akan di skor selama satu bulan, tanpa pesangon bahkan resiko seorang presenter bisa dipecat. Hitungan profit di Jakarta 30 detik sama dengan 1 M (satu milyar), itu dikarenakan nilai profit sangat diperhitungkan. Jadi staf TVRI sangat menyayangkan kejadian itu dan berharap semoga tidak terulang kembali serta dijadikan pelajaran untuk dapat menghargai waktu.
Politik Kampus
Kampus sebagai bentuk miniatur sebuah negara, di dalamnya terdapat birokrasi-birokrasi pemerintahan yang menjalankan amanat dari para mahasiswa. Kampus merupakan suatu wadah pengembangan skill dan kemampuan mahasiswa dalam berorganisasi dan juga menangani sebuah pemerintahan. Pemerintahan yang berada di bawah naungan Fakultas Dakwah terdiri atas Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Fakultas (MPMF), Senat Mahasiswa (SEMA), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) merupakan bentuk nyata dari sistem perpolitikan yang berjalan di lingkungan Fakultas Dakwah. Sebagaimana Fakultas Dakwah, setiap Fakultas di IAIN Walisongo juga telah memiliki wadah organisasi dengan nama masing-masing .
Peta politik berjalan mulai dari para pembesar yang berkecimpung dalam kubangan birokrasi, mahasiswa-mahasiswa aktivis yang bergelut dengan idealisme, ideologi, serta kepentingannya masing-masing, berperanan penting dalam mengendalikan berjalannya politik dikampus. Mahasiswa aktivis dalam Ekstra kampus sangat bisa menjadi orang yang berpengaruh menjadi politikus dan berkompeten dalam mengendalikan roda pemerintahan yang berjalan di kampus.
Berjalannya perpolitikan di kampus tidak terlepas dari campur tangan OMEK (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus), meski dalam hal ini OMEK tidak terjun secara langsung. Tetapi dengan mayoritas suatu kelompok dapat memegang kendali birokrasi yang terdapat di dalam perguruan tinggi tersebut. Kelompok mayoritas maupun minoritas sama-sama mempunyai ambisi untuk menguasai kampus. Kelompok mayoritas yang dengan kader yang lebih banyak berusaha menggunakan kekuatan jumlah anggotanya untuk berkuasa. Sedangkan kelompok minoritas dengan sedikit massa, mereka menggunakan celah atau kelemahan kelompok mayoritas untuk menjatuhkan dan berusaha merusak citra kelompok mayoritas.
Menurut Esta (20) ketua HMJ KPI, berpendapat bahwa “mahasiswa dalam berpolitik ini tergantung dari personalnya, namun biasanya ia lebih dipegang oleh suatu sistem. Sistem yang berjalan pun masih dipegang kendali oleh sebuah organ yang tidak mungkin dapat dilepaskan dari sistem perpolitikan di kampus ini. Tetapi dalam menjalankan politik sendiri, mahasiswa diberi keleluasaan untuk mengaktualisasikan diri dengan cara tertentu selama hal tersebut masih dinilai etis dan layak karena setiap disiplin ilmu itu mempunyai etika”.
Sesuai sekali dengan apa yang dilontarkan oleh Qomari bahwa “mereka dalam setiap mengambil keputusan dan menjalankan suatu kegiatan yang dilakukan di Intra kampus masih bertanya kepada senior-senior yang sudah berpengalaman meskipun mereka orang ekstra, tapi dia menganggap dalam hal ini bukan sebagai orang ekstra tetapi melainkan sebagai seorang senior. Maka inilah yang menjadikan anggapan dari para mahasiswa bahwa sistem itu dikendalikan oleh ekstra tetapi mereka hanya meminta pendapat saja”, begitu tuturnya.
Lebih lanjut Evin (20) menuturkan bahwa politik yang berjalan di kampus ini sesungguhnya memang ada kaitannya dengan dominasi ekstra. Karena bagaimana pun di perguruan tinggi itu merupakan ladang yang subur untuk menumbuhkan benih-benih keorganisasian yang lebih matang dan merupakan ajang untuk membina mahasiswa dalam berorganisasi. Kalau pun ada dominasi dari salah satu ekstra itu merupakan hal yang wajar terjadi, karena bukan hanya di IAIN saja yang begitu, tetapi di Universitas-universitas lain juga didominasi oleh ekstra termasuk juga Universitas yang tidak berbasis Islam. Dengan begitu yang mendominasilah yang akan berkuasa di lingkungan kampus tersebut, termasuk dalam birokrasinya.
Sangat berbeda sekali dengan apa yang dilontarkan oleh Neha (20) (ketua HMJ Manajemen Dakwah) bahwa “Politik kampus tidak ada kaitannya dengan OMEK, karena ekstra berjalan sendiri dan kebijakan di intern kampus kita berjalan sendiri, kalaupun ada seorang yang dipilih oleh mahasiswa menjadi pemimpin jurusan (contohnya), dimungkinkan karena ada kedekatan emosional mahasiswa terhadap orang yang menjadi calon ketua. Bukan karena yang lain”, begitu tuturnya.
Dalam berpolitik di kampus bukanlah semata-mata untuk mendapatkan kekuasaan saja, tetapi yang lebih penting adalah mahasiswa mendapatkan pelajaran dalam mengelola sebuah organisasi dan melakukan cara untuk mendapatkan apa yang organisasi inginkan, dengan berbasis pergerakan atau sebagainya. Tetapi tidak menutup mata apabila dalam melaksanakannya banyak terjadi perselisihan dan kontra antara satu dengan yang lain atau juga antar kelompok, yang dapat menjadikan perpecahan diantara mereka.
Peringatan Maulid Nabi di Fakultas Dakwah
Kamis (12/03/2009) ba’da dhuhur, cuaca cukup panas tetapi berbeda dengan nuansa yang berada di dalam laboratorium Fakultas Dakwah. diiringi syair rohani sejarah nabi SAW dengan lantunan suara mahasiswa dan mahasiswi mengubah gedung laboratorium lantai 2 yang awalnya sepi sunyi tampak memancarkan cahaya surgawi saat perayaan maulid nabi yang di adakan di Fakultas Dakwah oleh UKM KORDAIS. Salah satu panitia acara, Nadhirotun nisa’ mengatakan “perayaan bulan ini terlihat meriah walaupun fasilitas kursi masih ada yang kosong namun apa yang menjadi harapan kami adalah agar mahasiswa atau mahasiswi tidak lupa dengan orang yang mereka jadikan panutan yakni Nabi Muhammad SAW”.
Walaupun acara ini tentulah mengeluarkan dana yang ditaksir sebesar Rp. 400.000 namun finansial apalah artinya jika dibanding dengan syafaat Nabi ditambah lagi acara inti oleh bapak Khomaruddin MAg yang menceritakan riwayat munculnya perayaan Maulid Nabi yakni pada saat perang salib yang di pimpin Al- Ayubi untuk membakar semangat prajurit-prajuritnya agar semangat dan gigih dalam perang.